EXPLORE INFORMATION : AI, BITCOIN, TECHNOLOGY. Enjoy!

Cara Membuat Beberapa Halaman Login Hotspot Mikrotik dengan IP Address Berbeda

Pada tutorial Mikrotik Indonesia kali ini, kita akan membahas cara membuat beberapa Hotspot Server dengan halaman login yang berbeda pada satu perangkat Mikrotik. Tutorial ini akan sangat berguna jika Anda ingin mengelola lebih dari satu Hotspot Server dengan IP address yang berbeda namun dengan halaman login yang unik untuk masing-masing server tersebut.


Apa yang Akan Anda Pelajari?
  • Cara menambahkan beberapa Hotspot Server pada satu perangkat Mikrotik.
  • Cara membuat halaman login berbeda untuk setiap Hotspot Server pada Mikrotik.
  • Langkah-langkah konfigurasi menggunakan Winbox dan FTP.

Langkah-langkah Membuat Beberapa Halaman Login Mikrotik

1. Pastikan Sudah Memiliki Beberapa Hotspot Server Sebelum melanjutkan, pastikan Anda sudah membuat lebih dari satu Hotspot Server pada Mikrotik, seperti yang dijelaskan pada tutorial Mikrotik sebelumnya. Setiap Hotspot Server harus memiliki alamat IP yang berbeda.

2. Siapkan Halaman Login Mikrotik Baru Anda perlu menyiapkan halaman login baru yang akan digunakan oleh Hotspot Server kedua. Pastikan halaman login tersebut sudah siap dan sesuai dengan keinginan.

3. Akses Mikrotik Menggunakan FTP Selanjutnya, buka Windows Explorer dan ketikkan ftp://ipmikrotik di address bar. Gunakan IP Mikrotik yang berbeda dari IP hotspot untuk mengaksesnya. Jika Anda belum tahu caranya, Anda bisa merujuk pada tutorial sebelumnya: Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik.



4. Buat Folder Baru untuk Halaman Login Setelah berhasil masuk ke Mikrotik melalui FTP, buatlah folder baru dengan nama misalnya hotspot2. Folder ini akan digunakan untuk menyimpan halaman login Mikrotik yang baru.

5. Upload File Halaman Login Mikrotik Baru Salin semua file halaman login Mikrotik yang baru ke dalam folder hotspot2 yang baru saja Anda buat.


6. Konfigurasi Server Profile di Mikrotik Buka Winbox, lalu masuk ke menu IP → Hotspot → Server Profiles. Pilih Hotspot Server Profile yang ingin Anda ubah. Pada kolom HTML Directory, pilih folder yang berisi halaman login baru yang sudah Anda upload tadi.


7. Ubah Server Profile Lainnya Lakukan langkah yang sama untuk Hotspot Server Profile lainnya. Gantilah HTML Directory dengan folder yang sesuai, seperti folder hotspot2 yang sudah Anda buat.


8. Cek Hasilnya Sekarang saatnya untuk memeriksa hasilnya. Cobalah untuk terhubung ke masing-masing Hotspot Server dan pastikan bahwa setiap server menampilkan halaman login yang berbeda sesuai dengan konfigurasi yang telah Anda buat.

Kenapa Membuat Beberapa Halaman Login Mikrotik Itu Penting?
Dengan membuat halaman login yang berbeda untuk setiap Hotspot Server, Anda bisa menyesuaikan tampilan sesuai dengan kebutuhan atau branding yang berbeda untuk setiap jaringan. Hal ini sangat berguna jika Anda mengelola lebih dari satu jaringan WiFi di lokasi yang berbeda atau untuk klien yang membutuhkan tampilan halaman login yang disesuaikan.

Kesimpulan
Dengan mengikuti tutorial di atas, Anda bisa membuat beberapa Hotspot Server pada satu perangkat Mikrotik dan mengonfigurasi halaman login yang berbeda untuk masing-masing server. Ini adalah solusi yang praktis dan efisien jika Anda ingin mengelola beberapa jaringan WiFi dengan tampilan login yang berbeda.

Jangan lupa untuk selalu memeriksa kembali konfigurasi Anda agar hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya kepada rekan-rekan Anda yang membutuhkan panduan serupa.

FAQ - Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah bisa menggunakan lebih dari dua Hotspot Server dalam satu perangkat Mikrotik? Ya, Anda dapat mengonfigurasi lebih dari dua Hotspot Server pada satu perangkat Mikrotik, asalkan perangkat Mikrotik tersebut memiliki kapasitas yang memadai.

2. Apakah halaman login bisa disesuaikan dengan logo dan warna perusahaan? Tentu saja. Anda bisa menyesuaikan tampilan halaman login Mikrotik dengan menambahkan logo, warna, dan elemen desain lainnya sesuai keinginan.

Sumber: Mikrotik Indonesia

0 Comment: